Lapadnews.com, PLAJU – Upaya menghadirkan teknologi yang lebih ramah lingkungan terus dikembangkan PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Plaju atau Kilang Plaju (22/09/2026).
Bertepatan dengan momentum Hari Ozon Internasional, Kilang Plaju kembali menegaskan komitmennya melalui pengembangan produk refrigeran yang mengedepankan aspek perlindungan lingkungan dan efisiensi energi.
Perjalanan inovasi tersebut telah berlangsung sejak 2006 melalui pengembangan Musicool, yaitu refrigeran berbasis hidrokarbon yang dihadirkan sebagai alternatif terhadap refrigeran konvensional yang berpotensi memberikan dampak terhadap lapisan ozon.
Inovasi kemudian terus dikembangkan mengikuti kemajuan teknologi dan kebutuhan industri. Sejak 2018, para pekerja Kilang Plaju mengembangkan Breezon MC-32, natural refrigerant berbasis propylene atau R1270. Produk tersebut menjadi bagian dari inovasi Kilang Plaju dalam menghadirkan refrigeran dengan karakteristik yang lebih memperhatikan aspek lingkungan sekaligus mendukung efisiensi penggunaan energi.
Breezon MC-32 memiliki Ozone Depleting Potential (ODP) sebesar nol, sehingga tidak memiliki potensi merusak lapisan ozon. Produk ini juga memiliki Global Warming Potential (GWP) yang sangat rendah. Dari sisi kualitas, Breezon MC-32 memiliki tingkat kemurnian minimal 99,7 persen berat (wt).
Hasil pengujian juga menunjukkan bahwa penggunaan Breezon MC-32 berpotensi membantu menekan konsumsi listrik sekitar 20 hingga 30 persen. Selain itu, refrigeran tersebut membutuhkan massa pengisian yang lebih rendah dibandingkan sejumlah refrigeran sintetis.
Pjs. Executive General Manager PT Pertamina Patra Niaga RU Plaju, Asrinur, menyampaikan bahwa perjalanan pengembangan Musicool hingga Breezon MC-32 mencerminkan konsistensi Kilang Plaju dalam menjawab kebutuhan industri melalui inovasi yang mempertimbangkan aspek lingkungan.
“Inovasi akan terus berkembang mengikuti tantangan zaman. Dari Musicool hingga Breezon, kami berupaya menghadirkan produk yang tidak hanya memberikan nilai tambah bagi industri, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga lingkungan, termasuk lapisan ozon,” ujar Asrinur.
Pengembangan produk tersebut juga menjadi bagian dari penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di lingkungan Kilang Plaju. Aspek lingkungan menjadi salah satu perhatian melalui pengembangan produk yang memiliki karakteristik lebih ramah lingkungan serta mendukung efisiensi energi.
Langkah tersebut sejalan dengan transformasi Kilang Plaju menuju kegiatan operasional yang semakin berkelanjutan. Pengembangan Green Refinery juga menjadi bagian dari perjalanan Pertamina dalam mendukung target Net Zero Emission (NZE) 2060.
Pemanfaatan Breezon MC-32 tidak hanya dilakukan dalam lingkungan Kilang Plaju. Produk hasil inovasi tersebut telah digunakan di lingkungan Pertamina Group. Salah satunya oleh PT Pertamina EP Cepu (PEPC) untuk mendukung kegiatan operasional fasilitas di Lapangan Gas Cepu, Jawa Tengah.
Pemanfaatan tersebut menunjukkan bahwa inovasi yang dikembangkan di dalam negeri dapat diterapkan untuk mendukung kebutuhan operasional industri. Hal ini sekaligus membuka peluang bagi pengembangan dan pemanfaatan teknologi refrigeran yang memiliki perhatian terhadap aspek lingkungan.
Bagi Kilang Plaju, perjalanan dari Musicool menuju Breezon MC-32 menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk menghasilkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan industri sekaligus memperhatikan keberlanjutan lingkungan.
Melalui pengembangan teknologi dan produk yang lebih ramah lingkungan, Kilang Plaju berupaya mendukung kebutuhan energi saat ini tanpa mengabaikan pentingnya menjaga kualitas lingkungan bagi generasi mendatang.
(Bro Adi)


Social Header