Lapadnews.com, Lahat - Mahasiswa Universitas Sriwijaya (UNSRI), Program Studi Pendidikan Masyarakat, melaksanakan kegiatan Pengenalan Lingkungan Persekolahan (PLP) di Desa Lubuk Betung, Kecamatan Merapi Selatan, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan. Kegiatan tersebut berlangsung pada 1 Juli hingga 8 Agustus 2026 dengan melibatkan mahasiswa dalam berbagai aktivitas pendidikan, sosial, kepemudaan, keagamaan, dan lingkungan bersama masyarakat.
Sebanyak sembilan mahasiswa mengikuti rangkaian kegiatan tersebut, yaitu Aditya Kurniawan, Abdillah Betry A., Gian Dame R., Olin Kaitora, Nessa Septafani, Ratna, Azzahra Ulil A., Gita Aulia, dan Rizky Jonathan.
Pelaksanaan PLP diawali dengan observasi dan identifikasi kondisi Desa Lubuk Betung. Mahasiswa kemudian melakukan koordinasi dan perkenalan bersama perangkat desa, Karang Taruna, serta masyarakat. Tahapan awal tersebut menjadi bagian penting dalam membangun komunikasi dan kerja sama selama kegiatan berlangsung.
Selain melakukan observasi, mahasiswa menggelar sharing session dan gathering bersama Karang Taruna. Kegiatan tersebut menjadi sarana untuk saling mengenal, bertukar informasi, dan mempererat hubungan antara mahasiswa dengan pemuda desa.
Keterlibatan mahasiswa juga terlihat dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan. Mereka berpartisipasi dalam kegiatan Posyandu, gotong royong, senam bersama, reses DPRD, serta berbagai aktivitas bersama masyarakat.
Pengalaman berinteraksi langsung dengan masyarakat menjadi salah satu bagian penting selama pelaksanaan PLP. Aditya Kurniawan, salah satu mahasiswa peserta PLP, mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru sekaligus kesempatan untuk memahami kondisi masyarakat secara lebih dekat.
“Selama PLP di Desa Lubuk Betung, kami banyak dapat pengalaman baru dan belajar langsung dari masyarakat. Seru banget karena bisa berinteraksi dan jadi lebih paham kondisi masyarakat di desa,” ujar Aditya.
Di bidang olahraga dan kepemudaan, mahasiswa turut melakukan revitalisasi lapangan voli dan berpartisipasi dalam pelaksanaan turnamen voli antarkampung. Kegiatan tersebut menjadi sarana olahraga sekaligus ruang untuk mempererat kebersamaan antara mahasiswa, pemuda, dan masyarakat.
Pada bidang pendidikan, mahasiswa melaksanakan bimbingan belajar CALISTUNG bagi anak-anak. Mereka juga berpartisipasi dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SD Negeri 3 Merapi Selatan.
Kegiatan keagamaan turut menjadi bagian dari rangkaian PLP. Mahasiswa mengikuti kegiatan pengajian di pondok pesantren serta melaksanakan berbagai kegiatan pembelajaran bersama anak-anak.
Selain kegiatan kelompok, masing-masing mahasiswa juga menjalankan program kerja sesuai dengan bidang dan sasaran masing-masing. Program tersebut meliputi deep cleaning Masjid Nur Rohman, mengajar anak-anak mengaji, penyuluhan bullying, serta sosialisasi 3R (Reduce, Reuse, Recycle).
Mahasiswa juga memberikan edukasi doa harian, melaksanakan kegiatan ecoprint daun pada totebag bersama ibu-ibu, serta membuat ecocraft berupa hiasan gantungan kunci bersama Karang Taruna.
Di bidang pendidikan anak, mahasiswa memberikan edukasi CTPS atau Cuci Tangan Pakai Sabun kepada anak-anak TK Negeri Pembina. Mereka juga melaksanakan kegiatan membuat mozaik bunga dari beras sebagai sarana pembelajaran motorik dan pengembangan kreativitas anak.
Kepedulian terhadap lingkungan menjadi bagian lain dari program yang dilaksanakan. Mahasiswa terlibat dalam pembuatan biopori, survei lahan ketahanan pangan untuk mendukung pemanfaatan lahan pertanian, serta kegiatan pemetaan Desa Lubuk Betung.
Berbagai kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengenal potensi desa dan memahami kondisi serta kebutuhan masyarakat secara langsung. Pengalaman tersebut juga melatih mahasiswa dalam membangun komunikasi, bekerja sama, menjalankan tanggung jawab, dan menyesuaikan program dengan kondisi masyarakat.
Dukungan dari perangkat desa, Karang Taruna, pihak sekolah, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam kelancaran seluruh rangkaian kegiatan. Kolaborasi tersebut membantu mahasiswa menjalankan berbagai program sekaligus membangun hubungan yang baik dengan masyarakat Desa Lubuk Betung.
Pelaksanaan PLP di Desa Lubuk Betung pada akhirnya tidak hanya menjadi kegiatan akademik. Melalui semangat “Dari Kampus untuk Desa”, mahasiswa Program Studi Pendidikan Masyarakat UNSRI berupaya memberikan kontribusi melalui berbagai kegiatan pendidikan, sosial, kepemudaan, keagamaan, dan lingkungan.
Bagi mahasiswa, pengalaman selama PLP menjadi pembelajaran berharga untuk mengembangkan kemampuan diri serta memahami dinamika kehidupan masyarakat. Sementara bagi masyarakat Desa Lubuk Betung, berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan diharapkan dapat memberikan manfaat dan meninggalkan kesan positif.
Kegiatan tersebut menjadi pengalaman bagi mahasiswa untuk mempersiapkan diri agar mampu berkontribusi lebih luas dalam bidang pendidikan dan pemberdayaan masyarakat di masa mendatang. (*Red/Lapadnews)


Social Header