Breaking News

Dibalik Demonstran, Ada Isu Yang Menyesatkan Tentang PLT Bupati Bekasi

Dibalik Demonstran, Ada Isu Yang Menyesatkan Tentang PLT Bupati Bekasi

Lapadnews.com, Kabupaten Bekasi - Beredarnya pemberitaan yang dinilai ketidak profesionalan sang penulis dan seorang yang mengatasnamakan organisasi media online Iwo Indonesia, dikutuk keras oleh sejumlah ketua Ormas dan LSM lantaran tidak mencoba mencari tahu waktu jam kejadian makan siang yang diberitakan tersebut dengan waktu aksi demo yang berlangsung.


Seperti diketahui dengan pemberitaan yang berjudul, Ironi di Balik Gerbang Pemda Bekasi, Mahasiswa Adu Jotos Dengan Petugas, PLT Bupati Asyik Makan Siang Bersama di Dalam Ruangan" narasi yang dituliskan tersebut menunjukan ketidak profesionalan sang penulis.


Seperti yang dikatakan Nofal Ketua Umum LSM LIAR, si penulis berita tidak melakukan pengetahuan mendalam sebelum memberitakan suatu kejadian, bahkan tidak mengkonfirmasi waktu yang diberitakan makan siang tersebut.


Kedatangan kami LSM LIAR, Ormas LMP Kabupaten Bekasi dan Ormas Brigez Kabupaten Bekasi bersama Pimpinan Media matafakta.com adalah Audiensi terkait surat kami ke PLT Bupati tentang PDAM, jam diterima atau bertemu bupati jam 11.50 Wib, dan kebetulan PLT Bupati Dr. Asep Surya Admaja sudah waktunya makan siang, tidak mungkin ada tamu PLT makan sendirian, pasti dia mengajak makan bersama karna adab.


"Ini merupakan pemberitaan yang menyesatkan, narasi narasi yang dibuat terkesan tendensius, saya juga pernah menjadi wartawan, saya mungkin masih ingat, etika dan kodek etik jurnalis dalam menulis pemberitaan itu ada, ini main beritakan saja tanpa mengetahui asal dan waktu yang diberitakan, ngaco ini penulis,"ujar Nofal kepada awak media Kamis 02/4/2025.


Inilah yang dapat menciderai profesi jurnalis yang memang tugasnya mulia dalam menyampaikan informasi yang, aktual berimbang dengan sebenarnya, bukan Asal bunyi (Asbun) yang jadinua Asal tulis.


Dirinya mengatakan, kami dijadwalkan oleh PLT Bupati Bekasi jam 09.00 pagi dan setiba di kantor PLT Bupati terdapat sejumlah tamu lain yang sudah menunggu, ingin bertemu PLT Bupati. Akhirnya kami dapat masuk dan bertemu PLT Bupati di jam 11.50 wib siang hari. Karna sudah waktunya jam makan siang PLT Bupati mengajak kami semua makan bersama. Jam 12.05 kami semua makan bersama dengan PLT.


Sementara aksi demo terjadi antara di jam 2 atau jam 3 sore, dan kami pun selesai beraudiensi di jam 13.30, saat keluar dari gedung Bupati aksi demonstrasi tersebut belum terjadi, masih sepi dan tidak ada kegiatan atau peserta yang akan melakukan aksi di depan gedung Bupati dan seputaran areal Pemda Bekasi.


"Ini jelas menyesatkan, narasi yang dibuat dapat menimbulkan opini buruk terhadap kami yang ikut makan bersama dengan PLT Bupati, sementara sang penulis dan yang berstatement di media tersebut Asal Bunyi saja dan yang menulis Asal tulus saja, ngaco kalo begini Jurnalis,"terangnya.


Dirinya berharap, dengan adanya kebebasan Pers jangan di salah artikan bahwa Pers itu dengan bebas menulis pemberitaan tanpa harus mencari tahu kejadian sebenarnya, asal tulis, tayang di web, sebarkan dan bangga merusak kredibilitas orang yang diberitakan, inilah oknum oknum yang dapat merusak nama baik jurnalis dan media sebagai wadah penyampaian informasi ke masyarakat.


Dirinya berharap, Pimpinan redaksi media tersebut, Dewan Pers hingga Pimpinan tertinggi organisasi keprofesian mesia online seperti IWO Indonesia dapat menyaring dan menyeleksi oknum oknum seperti ini.


"Saya pribadi malu sebagai mantan wartawan yang pernah menggeluti profesi sebagai wartawan beberapa tahun lalu, melihat pemberitaan pemberitaan seperti ini, dengan gampangnya orang menjadi wartawan tanpa memiliki dasar pengalaman di bidang jurnalis, yah jadi seperti ini. Semoga Jurnalis khususnya di wilayah Kabupaten Bekasi kedepan dapat lebih baik dan lebih Profesional. 



Reporter : (Tif)

Baca Juga
© Copyright 2022 - Lapad News (Kupas Tuntas Investigasi Terkini)