Breaking News

Kagama Sumsel Resmi Dikukuhkan, Semangat Guyub Alumni UGM Menguat dari Palembang

Kagama Sumsel Resmi Dikukuhkan, Semangat Guyub Alumni UGM Menguat dari Palembang

Lapadnews.com, Palembang — Malam itu, ballroom Hotel Excelton tidak sekadar menjadi ruang pertemuan. Ia menjelma menjadi ruang temu kenangan, gagasan, dan harapan. Para alumni Universitas Gadjah Mada dari berbagai penjuru Sumatera Selatan datang membawa satu kesamaan: semangat guyub yang tak lekang oleh waktu.

Dalam suasana hangat penuh kekeluargaan, kepengurusan Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) Sumatera Selatan resmi dikukuhkan, Sabtu malam (14/02/2026). Ketua Harian DPP Kagama, Budi Karya Sumadi, melantik H. Joncik Muhammad sebagai Ketua Kagama Sumsel bersama jajaran pengurus daerah dan cabang se-Sumatera Selatan.

Tepuk tangan bergema, diiringi senyum dan pelukan hangat antaralumni. Bagi banyak yang hadir, momen ini bukan sekadar pelantikan, melainkan pertemuan kembali dalam ikatan kekeluargaan yang telah terbangun sejak masa kampus.

Potensi Besar dari Tanah Sriwijaya

Dalam sambutannya, Joncik Muhammad menatap hadirin dengan penuh optimisme. Ia melihat sesuatu yang lebih dari sekadar jumlah alumni: sebuah kekuatan sosial yang besar.

“Malam ini kita merasakan sendiri betapa besarnya potensi alumni UGM di Sumsel. Bahkan disebut terbesar di luar Pulau Jawa,” ujarnya.

Baginya, potensi itu bukan angka statistik. Ia adalah energi kolektif yang, jika disatukan, mampu menjadi motor pembangunan daerah.

Dari Nilai Kampus ke Pengabdian Nyata

Joncik menegaskan Kagama Sumsel akan berjalan seiring dengan visi UGM sebagai universitas kerakyatan dan universitas perjuangan. Nilai tersebut, menurutnya, harus hadir dalam program nyata yang menyentuh masyarakat.

Bukan sekadar seremoni atau forum nostalgia, Kagama diharapkan menjadi ruang pengabdian.

“Misi UGM harus kita implementasikan agar keberadaan alumni benar-benar memberi manfaat,” tegasnya.

Sinergi untuk Program Rakyat

Dalam periode kepemimpinan keduanya, Joncik menekankan pentingnya sinergi dengan pemerintah melalui dukungan terhadap program prioritas nasional, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Merah Putih di desa dan kelurahan.

Ia mencontohkan implementasi di Empat Lawang, di mana program MBG telah berjalan di puluhan titik sebagai bentuk nyata kolaborasi.

Lebih jauh, Kagama Sumsel juga akan mendorong penguatan relawan pembangunan serta kontribusi alumni di bidang sosial dan pendidikan.

Menghimpun Kekuatan yang Tersebar

Di balik besarnya jumlah alumni, Joncik mengakui masih banyak potensi yang belum terdata secara menyeluruh. Karena itu, konsolidasi organisasi menjadi prioritas.

Pendataan hingga tingkat mikro diharapkan mampu mengubah jaringan alumni menjadi kekuatan yang terarah dan produktif.

Guyub sebagai Energi Penggerak

Mengakhiri sambutannya, Joncik mengajak seluruh alumni menjaga nilai kekeluargaan yang menjadi identitas Kagama.

“Salam Kagama: Guyub, Rukun, Migunani.”

Sementara itu, Budi Karya Sumadi mengajak masyarakat Sumatera Selatan untuk bangga terhadap daerahnya sendiri. Ia menekankan pentingnya peran masyarakat dalam mempromosikan potensi daerah.

Menurutnya, Kagama dapat menjadi jembatan yang menghubungkan potensi lokal dengan panggung nasional.

Malam pengukuhan itu pun berakhir tanpa kesan formal yang kaku. Yang tertinggal justru rasa kebersamaan dan keyakinan bahwa jaringan alumni bukan sekadar nostalgia masa lalu, melainkan energi masa depan.

Dari Palembang, semangat guyub itu kembali diteguhkan: berkumpul untuk rukun, bergerak untuk memberi manfaat.

(*Adi)

Baca Juga
© Copyright 2022 - Lapad News (Kupas Tuntas Investigasi Terkini)